about-scholarship.com

sharing, motivasi, dan pengalaman memenangkan beasiswa….

Talkshow di TB Gramedia Samarinda

Scholarship hunters..

null

Waah ternyata animo pembaca “Winning a Scholarship” besar sekali dan sudah menyentuh hingga ke bagian tengah Indonesia. Kali ini saya diminta untuk memberikan talkshow di Toko Buku Gramedia di Kota Samarinda. Berikut cuplikan laporannya.

Langit cerah dan cuaca yang cukup panas di Kota Samarinda pada Jumat sore tanggal 15 Mei lalu rupanya cukup ampuh untuk menggiring anak muda Samarinda untuk menyambangi Toko Buku Gramedia yang terletak di Mal Lembuswana. Walhasil, banyak juga audiens yang tertarik untuk mengikuti talkshow, walau sebelumnya malu-malu dan tidak mau duduk di barisan depan.

Waktu sudah menunjukkan pukul 4.30 saat kru Gramedia mengumumkan untuk memulai acara talkshow. Saya pun semakin semangat saat semakin banyak pengunjung yang mulai lirik-lirik untuk mengikuti acara. Seperti biasa, saya selalu memulai talkshow dengan memberikan motivasi kepada para audiens. Tujuannya adalah sekedar mengingatkan dan sekaligus menginformasikan (terutama bagi yang belum tahu) betapa pentingnya makna sebuah proses pendidikan atau pembelajaran. Belajar itu ngga semata-mata hanya untuk kita menjadi pintar saja lho; tapi yang paling penting adalah pendidikan sebagai tiket untuk masa depan kita.

Audiens pun mengangguk-angguk. Sebab pada saat saya tanya apa sih motivasi kamu untuk belajar? Ada yang dengan polosnya menjawab “biar cepet karirnya naik”.. hehe… hmmmm, bisa juga sich.. tapi apa iya seperti itu?

Satu hal yang cukup menarik pada saat talkshow tersebut adalah semangat anak muda Kota Samarinda untuk mendapatkan beasiswa cukup menggebu. Ada yang sudah pernah apply beasiswa, tapi gak lolos-lolos dan dia nggak tahu kenapa dia bisa gagal. Ada juga yang apply beasiswa dan lulus, tapi dia juga ngga tahu kenapa dia lulus.. nah lho… (garuk-garuk kepala.. hehe).

Saya selalu menekankan bahwa untuk mendapatkan beasiswa perlu dilakukan secara cerdas. Kita harus bisa melihat kepentingan atau kebutuhan penyedia beasiswa. Kebutuhan tersebut harus sesuai dengan kemampuan atau kompetensi yang kita miliki. Dengan demikian adanya matching antara kebutuhan dan kemampuan. Itulah letak kuncinya mendapatkan beasiswa.

Ada satu pertanyaan yang cukup menarik yang dilontarkan oleh seorang Bapak, yang katanya sudah tidak mungkin mendapatkan beasiswa tapi akan mengusahakan beasiswa untuk anaknya yang masih kelas 5 SD. Wow.. hebat sekali semangat si Bapak yaa.. Si Bapak bertanya, apa yang harus dilakukan supaya anak bisa termotivasi untuk belajar? Apakah ikut les sana les sini akan membantu?

Well, saya menyarankan kepada si Bapak bahwa bawa lah si anak untuk belajar dalam suasana yang fun.. jangan hanya belajar dalam ruangan saja. Ajaklah belajar di luar, misalnya ke museum untuk mempelajari pelajaran sejarah dan ilmu seni dan budaya. Atau bisa pergi ke kebun raya untuk belajar ilmu tumbuhan. Jadi, setiap rekreasi yang dilakukan harus juga diselipi dengan suasana pembelajaran. Dengan demikian, anak-anak mempunyai ruang untuk berpikir secara rasional, dan tidak dipaksakan.

Begitulah kira-kira.. si Bapak sangat semangat dan tertarik untuk memberikan fasilitas yang sebaik-baiknya kepada si buah hati.

Last minute talkshow, banyak sekali pertanyaan dari audiens dan tak terasa waktu telah mendekati Maghrib sehingga talkshow harus selesai. Sayang sekali ada delegasi dari SMK Plus Samarinda yang tidak terlambat datang sehingga hanya bisa mendengarkan di akhir acara. Tidak apa-apa, baca dulu buku WInning a Scholarship, nanti kalau masih ada yang ditanyakan, masih ada kesempatan untuk bertanya via email koq.

Ok, demikian sekilas berita tentang talkshow di Kota Samarinda. Sampai jumpa di acara talkshow lain di kota lain.. siapa tahu nanti ada gilirannya di kota kamu…

salam hangat

nenny

2 Comments

  1. wah hebat mbak Neni….Two thumbs up deh….

  2. Ifa,
    Makasih ya… terus ikuti update tentang info beasiswa di http://about-scholarship.com ya

Leave a Response

Please note: comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.