<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	 xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"  xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>about-scholarship.com &#187; Motivation</title>
	<atom:link href="http://about-scholarship.com/blog/tag/motivation/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://about-scholarship.com/blog</link>
	<description>sharing, motivasi, dan pengalaman memenangkan beasiswa....</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Apr 2010 14:14:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Memborong Beasiswa</title>
		<link>http://about-scholarship.com/blog/2009/03/12/memborong-beasiswa/</link>
		<comments>http://about-scholarship.com/blog/2009/03/12/memborong-beasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 17:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experience]]></category>
		<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://about-scholarship.com/blog/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Kalau membaca judul tulisan ini, pasti kamu bingung ya, apa bisa kita memborong beasiswa? Wong masuk jadi short list candidate aja susah banget&#8230;. ya kan..
Ini true story. Saya punya seorang kawan yang hobi banget memborong beasiswa. Mulai dari sekolah dulu, sampe sekarang melanjutkan S3-nya, dia berhasil mendapatkan dengan cara beasiswa.
Saya kemudian tergelitik untuk mempelajari kawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://about-scholarship.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/100_1486.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-76" title="100_1486" src="http://about-scholarship.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/100_1486-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Kalau membaca judul tulisan ini, pasti kamu bingung ya, apa bisa kita memborong beasiswa? Wong masuk jadi short list candidate aja susah banget&#8230;. ya kan..</p>
<p>Ini true story. Saya punya seorang kawan yang hobi banget memborong beasiswa. Mulai dari sekolah dulu, sampe sekarang melanjutkan S3-nya, dia berhasil mendapatkan dengan cara beasiswa.</p>
<p>Saya kemudian tergelitik untuk mempelajari kawan saya tersebut. Dia pintar secara akademis, tapi juga memiliki keunggulan lain yang bisa dilirik oleh para pemberi beasiswa. Apa itu? Salah satunya adalah knowledgeable dan communication skill.</p>
<p>Yup, kita harus knowledgeable untuk bisa memborong beasiswa. Kalau bisa diterjemahkan, kita harus memiliki wawasan yang luas, nggak hanya terkait dengan bidang yang kita geluti. Untuk bisa seperti itu, memang butuh banyak pengorbanan lho. Misalnya nich, kocek yang biasanya kamu keluarkan untuk hang out di starbuck harus kamu alihkan untuk membeli buku. Atau, biasanya kamu hobi nonton film di bioskop, yaa sekali-kali kamu daftar ikut seminar yang bisa menambah wawasan kamu. Atau nich buat para cewek, daripada kamu baca majalah yang nggak keruan waktu creambath di salon, mendingan kamu baca majalah yang bisa menambah wawasan kamu, atau membawa buku sendiri.</p>
<p>Kalo kamu pengen lebih mendalami bidang yang kamu geluti, coba deh kamu cari beasiswa untuk short course atau training. Ini juga sangat membantu lho untuk semakin menambah ke-pede-an kamu atas bidang yang kamu geluti. Banyak banget universitas di luar negeri yang memberikan short course tentang bidang-bidang yang cukup menarik. Nah, kamu bisa coba searching untuk mencari beasiswa-nya. Penting banget kamu punya exposure internasional supaya kamu bisa memiliki benchmark atas international best practices lho..</p>
<p>Selain knowledgeable, kamu perlu juga memiliki kemampunan komunikasi yang baik. Pengertian komunikasi ini bisa diartikan luas lho, baik verbal ataupun non verbal. Untuk komunikasi verbal, kamu perlu banyak latihan untuk mengemukakan ide atau pendapat kamu dalam sebuah forum. Misalnya, pada saat kamu terlibat dalam diskusi internal di lingkungan kantor atau kampus, coba deh kamu kembangkan sikap pro-aktif dengan mengemukakan ide-ide kamu atas topik yang sedang dibahas dalam diskusi tersebut. Atau, pada saat diskusi informal dengan teman, kamu bisa jadikan sebagai ajang latihan untuk memeras otak kamu lebih optimal dan lebih berbobot. Jadi, jangan cuma ngobrolin gosipnya dewi persik atau perseturuan keket dan andi soraya aja ya&#8230; hehehe</p>
<p>Nah, metode mendapatkan beasiswa itu unik. Saya selalu mengadvokasi scholarship hunters bahwa mendapatkan beasiswa harus melalui cara yang cerdas.  Kuncinya bisa dilakukan antara lain dengan being knowledgeable tersebut dan komunikasi yang baik. Kesempatan memperoleh beasiswa itu banyak, apalagi dengan tawaran yang bejibun di luar sana.</p>
<p>So, mari kita memborong beasiswa, jangan cuma mengajukan aplikasi saja.. hehe&#8230;</p>
<p>tetap semangat ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://about-scholarship.com/blog/2009/03/12/memborong-beasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita vs Pencapaian Terbaik? (sebuah refleksi diri)</title>
		<link>http://about-scholarship.com/blog/2009/02/22/wanita-vs-pencapaian-terbaik-sebuah-refleksi-diri/</link>
		<comments>http://about-scholarship.com/blog/2009/02/22/wanita-vs-pencapaian-terbaik-sebuah-refleksi-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 10:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://about-scholarship.com/blog/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Dunia saat ini sepertinya masih memperbincangkan tentang &#8216;woman in power&#8217;. Mulai dari kiprah para wanita yang menjadi peimpin-pemimpin dunia, perusahaan, sampai menjadi pemimpin di rumah tangganya.
Hillary Clinton, misalnya. Walaupun ia gagal sebagai Presiden Amerika Serikat, tetapi kiprahnya untuk memperoleh pencapaian terbaik perlu diacungi jempol. Sosok Hillary mungkin membuat iri sebagian kaum wanita. Betapa tidak? Ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia saat ini sepertinya masih memperbincangkan tentang &#8216;woman in power&#8217;. Mulai dari kiprah para wanita yang menjadi peimpin-pemimpin dunia, perusahaan, sampai menjadi pemimpin di rumah tangganya.</p>
<p>Hillary Clinton, misalnya. Walaupun ia gagal sebagai Presiden Amerika Serikat, tetapi kiprahnya untuk memperoleh pencapaian terbaik perlu diacungi jempol. Sosok Hillary mungkin membuat iri sebagian kaum wanita. Betapa tidak? Ia cukup tegar pada saat suaminya, Bill Clinton, terkena impeachment akibat perbutan selingkuhan suaminya dengan Monica Lewinski. Sebagai seorang wanita, wajar aja dong kalau dia marah, nangis, benci, dan lain sebagainya. Tetapi dia tetap tegar (di luar ya..) dan terus mampu bangkit dari keterpurukan. Bahkan dia juga dapat membuat citra The Clinton menjadi berjaya kembali. Ngga kalah serunya dengan loyalitas kepada suami, Hilary juga terlihat cukup harmonis dengan putri semata wayangnya Chelsea. Hmm, kalau di lihat dari luar, Hillary telah mendapatkan pencapaian terbaik dalam hidupnya. Memiliki power dan memiliki keluarga yang utuh serta mendukung.</p>
<p>Nggak kalah serunya lagi dengan kiprah Ibu Sri Mulyani Indrawati. Nah, kalau tipikal wanita tangan besi yang satu ini memang ngga ada matinya. Siapa sih orang Indonesia yang tidak kenal dengan sosok Ibu Sri Mulyani atau yang sering dipanggil Bu Ani ini? Masih muda, cantik, pintar, dan penyayang keluarga. Pada satu kesempatan rapat dengan beliau, beliau menuturkan bahwa ada tiga panggilan telepon yang harus diangkat apabila beliau sedang memimpin rapat, yaitu panggilan telepon dari SBY, JK, dan dari anaknya. Bahkan hanya sekedar just say &#8216;iya sayang&#8217; saja, beliau masih menyempatkan diri untuk tidak mengecewakan anaknya yang sedang menelepon.</p>
<p>Lain lagi dengan cerita seorang Ibu Sudaryati, seorang janda pensiunan Jiwasraya yang sekarang tinggal di Kediri, Jawa Timur. Bu Dar &#8211; begitu beliau dipanggil- mungkin termasuk wanita yang kurang beruntung dari sisi pencapaian yang spektakuler. Beliau harus menerima kenyataan ditinggal mati suaminya pada saat usia anak-anaknya masih sangat kecil. Bu Dar memiliki 3 anak, 2 puteri dan 1 putra. Tidak pernah mengeluh akan sebuah kenyataan, Bu  Dar mengajarkan anak-anaknya sebuah pelajaran yang berharga, yaitu hidup adalah sebuah perjuangan. Kehidupan yang tidak begitu berkecukupan tidak menhjadi alasan untuk minder dan tidak bisa bergaul dengan orang lain. Justeru Bu Dar menanamkan pada anak-anaknya bahwa pencapaian terbaik seseorang adalah pada saat orang tersebut diakui di mata orang lain. Demikianlah hingga akhirnya pelajaran &#8217;survival&#8217; yang diajarkan kepada anak-anaknya membuahkan hasil yang sangat luar biasa.  Ketiga anak Bu Dar boleh dibilang sudah sangat berhasil dan telah diakui di masyarakat sebagai &#8217;seseorang&#8217; yang memiliki pencapaian terbaik.</p>
<p>Ketiga contoh wanita dengan pencapaian terbaik tersebut membuat saya tergelitik bahwa bisa banget seorang wanita mendapatkan pencapaian terbaik dalam hidupnya. Definisi pencapaian terbaik itu beragam dan tergantung dari si wanita itu sendiri.</p>
<p>Hillary Clinton, Ibu Sri Mulyani, dan Bu Dar mungkin telah mendapatkan pencapaian terbaik mereka, sesuai dengan harapan dan tujuan hidup merekan.</p>
<p>Hari ini saya sangat tertarik untuk mencatat hal ini. Kenapa tidak, hari ini saya begitu menikmati keindahan sebagai seorang ibu dan sebagai seorang isteri yaitu pada saat saya dapat menyuapi si Aji makan siang, pada saat saya memandikan si Billa dan mengajarinya membersihkan bagian kewanitaannya, pada saat saya dapat memberikan kesenangan untuk suami saya yang sedang dikejar oleh deadlines kantornya.</p>
<p>Saya juga sangat bersyukur bahwa saya dikaruniai oleh Allah SWT sebuah pemikiran yang cukup baik. Saya bisa kuliah dengan baik dan bahkan saya selalu terpacu untuk meng-update ilmu saya. Saya juga memiliki teman-teman yang baik dan yang selalu bersedia menemani saya di saat suka dan duka, bahkan di saat sendirian makan siang di kantin, tetap ada teman-teman yang bersedia menemani saya makan. </p>
<p>Di usia yang juga masih cukup muda, saya juga sudah diamanahi sebuah tanggung jawab jabatan di kantor. Sekecil apapun level jabatan tersebut, tetapi tetap saja saya harus dapat mempertanggungjawabkan jabatan yang saya emban tersebut kepada atasan, kepada negara, kepada keluarga, dan yang paling penting lagi kepada Tuhan saya. Sebagai seorang pemimpin muda dan pemimpin kecil, saya harus dapat membina anak buah saya supaya mereka juga bisa menjadi seorang pemimpin kecil lagi. Saya teringat sebuah kata bijak bahwa &#8216;a leader creates another leader&#8217;. Kita baru berhasil disebut sebagai seorang pemimpin apabila telah tumbuh pemimpin-pemimpin yang lainnya. Itulah esensi dari sebuah kepemimpinan.</p>
<p>Saya juga beruntung memiliki sebuah network yang cukup luas karena saya dianugerahi Tuhan sifat yang supel dan open-minded. Keluasan network saya itulah yang membuat saya terus dapat optimis dalam mengejar pencapaian terbaik dalam kehidupan saya.</p>
<p>Melihat dari ketiga contoh wanita di atas dan contoh pribadi dari pengalaman saya sendiri, apakah kita masih memperdebatkan masalah wanita versus pencapaian terbaik?</p>
<p>Wanita dapat mencapai yang terbaik, sesuai dengan definisi apa yang diinginkan wanita tersebut untuk sebuah &#8220;pencapaian terbaik&#8221;. Keberimbangan antara keinginan individu, keluarga, masyarakat, dan negara adalah merupakan sebuah sistem yang harus dikembangkan oleh para wanita untuk dapat mendapatkan pencapaian terbaik yang diinginkan.</p>
<p>Tantangan dan tentangan yang diberikan oleh masyarakat paternalistik hanya bisa disambut dengan sebuah bukti, tidak hanya dengan sekedar omongan dan debat kusir belaka. Wanita juga bisa membuktikan kepada dunia bahwa wanita dapat menghasilkan generasi-generasi muda yang berkualitas di masa depan. Lalu, jika para wanita itu sendiri tidak berkualitas, maka bagaimana mungkin ia bisa menghasilkan generasi yang berkualitas?</p>
<p>Pada pagi hari, sudah selayaknya para wanita menyuapi anak-anaknya sarapan dengan kasih sayang dan mengantarkan anak-anaknya ke sekolah. Pada siang hari, para wanita perlu pula memberikan kontribusi yang terbaik bagi dirinya, masyarakat, atau bangsa. Dengan bekerja yang semaksimal mungkin dan bertangung jawab. Para wanita juga harus terus belajar meng-up date ilmu untuk menularkannya kepada anak-anaknya. Dan pada malam hari, alangkah indahnya jika para wanita masih sempat untuk bercengkerama dengan kekasih hidupnya.</p>
<p>Itulah pencapaian terbaik seorang wanita. Jadi, wanita juga harus bertekad untuk mendapatkan pencapaian yang terbaik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://about-scholarship.com/blog/2009/02/22/wanita-vs-pencapaian-terbaik-sebuah-refleksi-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berani Bervisi dan Berani Berbuat</title>
		<link>http://about-scholarship.com/blog/2009/01/27/berani-bervisi-dan-berani-berbuat/</link>
		<comments>http://about-scholarship.com/blog/2009/01/27/berani-bervisi-dan-berani-berbuat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 03:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://about-scholarship.com/blog/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[



“Vision without action is just a dream, Action without vision is a waste of time”
 
Apabila kita hanya memiliki visi, namun kita tidak mewujudkannya dalam tindakan sehari-hari, akhirnya visi akan menjadi sia-sia. Gambaran mengenai masa depan selamanya tetap berada dalam  pikiran kita, tidak akan menjadi kenyataan. Oleh karena itu kita disebut bermimpi.. memimpikan sesuatu yang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Calibri;"><a href="http://about-scholarship.com/blog/wp-content/uploads/2009/01/kuta.jpg"><img class="alignleft" src="http://about-scholarship.com/blog/wp-content/uploads/2009/01/kuta.jpg" alt="" width="143" height="142" /></a></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Calibri;">“Vision without action is just a dream, Action without vision is a waste of time”</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Apabila kita hanya memiliki visi, namun kita tidak mewujudkannya dalam tindakan sehari-hari, akhirnya visi akan menjadi sia-sia. Gambaran mengenai masa depan selamanya tetap berada dalam<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>pikiran kita, tidak akan menjadi kenyataan. Oleh karena itu kita disebut bermimpi.. memimpikan sesuatu yang tidak akan kita dapatkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Di sisi lain jika kita hanya ters beraksi, tanpa adanya visi yang jelas mengenai apa yang akan kita tuju, maka kita hanya membuang-buang waktu. Dan sayangnya, walaupun orang sudah bisa menetapkan tujuan dan sudah mengetahui bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut, sebagian besar orang tetap tidak mewujudkan visinya dalam bentuk aksi nyata. Kebanyakan orang lebih cenderung malas bertindak. Akhirnya? Kembali lagi ke kalimat di atas. “<em style="mso-bidi-font-style: normal;">Vision without action is just a dream</em>”. Rencana yang telah dibuat hanya menjadi mimpi di siang bolong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Untuk itulah kita juga perlu misi. Misi adalah apa yang berada di tangan kita untuk mewujudkan visi kita. Apa saja yang sekarang berada di tangan kita baik berupa gelar, posisi, pekerjaan, spesialisasi, atau harta yang kita miliki. Itulah bekal yang kita pakai untuk mewujudkan visi kita. “<em style="mso-bidi-font-style: normal;">Cherish your own vision and your dreams as they are the children of your soul, the blueprints of your ultimate achievements”</em>, kata Napoleon Hill.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Dan selanjutnya kita perlu Motivasi. Motivasi merupakan bahan bakar jiwa yang dapat menggerakkan manusia untuk melakukan aksi. Dengan adanya motivasi, orang-orang dengan senang hati akan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk mencapai tujuan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Simaklah tentang visi berikut ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Seorang dosen ahli struktur bangunan terlibat dalam percakapan dengan mahasiswanya. Dari hasil percakapan ini, sang dosen melihat bahwa semua mahasiswanya memimpikan cita-cita yang besar di masa depan kehidupan mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Ada yang berniat menjadi pemimpin bangsa, ada yang berangan-angan menjadi pakar pembangunan bidang konstruksi, yang lain bermimpi menjadi pengusaha properti. Tidak ada satupun harapan dan impian mahasiswanya yang tidak spektakuler, semuanya besar dan optimis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Sang dosen berniat menguji lima orang mahasiswanya tentang visi hidup mereka di masa depan dan dikaitkan dengan struktur bangunan. Di hadapannya ada lima peti kedap air yang kosong. Sang dosen membebaskan lima mahasiswanya ini untuk mengisi peti yang ada dengan pilihan komponen yang ada yaitu batu kali yang besar-besar, batu kerikil, pasir, serta air. Apa saja boleh dimasukkan ke dalam masing-masing peti <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>sampai peti ini penuh dengan komponen bangunan. Setelah menyelesaikan tugasnya, para mahasiswa diminta menjelaskan hubungannya dengan visi masa depan setiap orang kelak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Para mahasiswa langsung beraksi. Tanpa berpikir panjang ada yang memasukkan batu kali ke dalam peti hingga penuh, selesai!. Ada yang mengambil sekop dan menyekop batu kerikil ke petinya hingga penuh, demikian dengan mahasiswa ketiga yang mengisi petinya de ngan pasir. Mahasiswa keempat sangat berbeda, dengan kecepatan serta kemudahan, ia mengambil selang dan mengisi petinya penuh dengan air, usaha yang mudah dan tidak sedikutpun mengeluarkan keringat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Saat keempat mahasiswa ini telah selesai, mahasiswa kelima masih berjuang. Pertama-tama ia mengisi petinya dengan batu kali yang besar. Setelah penuh diambilnya sekop dan diisinya dengan batu kerikil. Peti yang sudah berat itu digoyangnya hingga batu kerikil turun memenuhi ruang di antara batu kali. Setelah peti terlihat penuh, disekopnya pasir dan kembali digoyangnya peti. Walau berat pasirpun tetap turun dan memadati peti. Belum cukup dengan itu, diambilknya selang dan diisinya peti sampai penuh dengan air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Saat semua selesai, giliran sang dosen bertanya tentang hubungan <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>antara apa yang mereka lakukan dengan visi hidup mereka di masa depan. Saat dosen memulai penilaian, mahasiswa mulai terlihat gelagapan dengan apa yang telah dilakukannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Mahasiswa pertama mengisi petinya hanya dengan batu kali besar. Ia menganggap bahwa batu kali besar itu sebagai pondasi dan kerangka dari visi masa depannya, hanya itu. Mahasiswa kedua mengisi petinya dengan batu kerikil. Ia menganggap batu kerikil cukup padat untuk mengisi ruangan peti yang ada. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Mahasiswa ketiga mengisi petinya dengan pasir. Ia beranggapan bahwa pasir yang kecil akan langsung memadati seluruh peti tanpa ada ruang yang tersisa. Mahasiswa keempat mengisi petinya dengan air dengan tujuan biarlah komponen ini yang bekerja sendiri menempati ruang mana yang harus ditempati atau diisi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Mahasiswa kelima mengisi petinya dengan keempat jenis komponen, mulai dari batu besar sampai dengan air yang menempati seluruh peti. Ia beranggapan bahwa visi harus seperti itu, dimulai dari yang besar sebagai kerangka dan dilengkapi dengan sesuatu hal yang sedang dan kecil sebagai pengisinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Sang dosen tidak menunggu waktu dan memberikan nilai terbaik pada mahasiswa nomor lima. Kemudian sang dosen menyertakan alasan penilaiannya itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Semua mahasiswa memiliki harapan dan cita-cita besar dan spektakuler bagi hidupnya di masa depan. Namun tidak semua melakukan persiapan, membuat tindakan dan melakukan proses yang sesuai dengan visinya itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Mahasiswa pertama seperti membangun kerangka bangunan, visi besarnya telah ada namun visi kecil sebagai tindakan untuk mengisi rencana besarnya tidak ia lakukan. Mahasiswa pertama seperti sebuah rangka gedung apartemen tinggi yang tidak selesai karena tidak dilanjutkan dengan membangun batu bata untuk membuat dinding dan menyelesaikan tugasnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Mahasiswa kedua adalah tipikal banyak orang, visi besarnya ada tapi tanpa meletakkan kerangka yang kokoh dalam tindakannya untuk mewujudkan visinya. Tindakan dalam hidupnya banyak, cukup penting, namun tidak mempunyai kerangka yang jelas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Mahasiswa ketiga adalah orang yang bermimpi besar namun hanya melakukan hal-hal yang kecil dalam hidupnya. Walau banyak usaha mewarnai hidupnya seperti banyaknya pasir, namun semua tindakannya tidak ada yang penting sehingga hal itu tidak pernah dapat menjadi dasar dan pondasi bagi mewujudkan bangunan harapan dan mimpinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Sedangkan mahasiswa keempat adalah orang yang mempunyai mimpi <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>besar, namun membiarkan dirnya mengalir bersama keadaan yang ada, ia sangat tergantung keadaan dan membiarkan <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>segala sesuatunya bergerak dengan apa adanya. Hidupnya mudah dan segalanya kelihatannya santai namun tanpa arah dan tanpa bentuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Dosen menganggap mahasiswa kelima sebagai pewujud visi. Dasar-dasar yang kokoh dan besar dari batu kali adalah seperti mimpi besarnya. Seperti batu kali yang sepertinya telah memenuhi peti. Namun kerangka atau pondasi tidaklah cukup. Ia percaya bahwa ada begitu banyak hal yang penting harus diambil, seperti batu kerikil mengisi ruang dalam batu kalinya. Namun ia juga percaya bahwa perkara yang kecil seperti pasir yang halus akan membuat kerangka bangunan visinya semakin padat. Mahasiswa kelima ini juga percaya ada situasi seperti air mengalir sewaktu-waktu dapat dibiarkan terjadi. Semua gabungan komponen ini seperti campuran perkara yang besar dan hal-hal yang sepele. Semuanya menolongnya mewujudkan mimpinya yang pada akhirnya membuat visi besrnya menjadi padat dan kuat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Jangan takut bermimpi besar, namun jangan puas bermimpi besar. Ada banyak hal penting dan hal yang kelihatannya sepele harus dilakukan agar visi besar dapat dibangun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;"> </span></p>
<p><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: 'Cordia New'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: TH; mso-ansi-language: IN;">(seperti disadur dari majalah Prime Time Edisi 01, 2009)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://about-scholarship.com/blog/2009/01/27/berani-bervisi-dan-berani-berbuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Liburan&#8230;</title>
		<link>http://about-scholarship.com/blog/2008/12/25/selamat-liburan/</link>
		<comments>http://about-scholarship.com/blog/2008/12/25/selamat-liburan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 08:24:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://about-scholarship.com/blog/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Hai Scholarship hunters..
Dalam rangka menyambut liburan akhir tahun 2008 dan menyambut tahun 2009, saya dan segenap tim http://about-scholarship.com mengucapkan selamat liburan dan selamat berkumpul bersama keluarga. Jarang-jarang kan bisa ada waktu panjang bersama keluarga.
Kalau kalian yang ngga liburan kemana-mana alias di rumah aja, ngga usah khawatir.. justru ini kesempatan buat belajar.. eits.. bukan belajar secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai Scholarship hunters..</p>
<p>Dalam rangka menyambut liburan akhir tahun 2008 dan menyambut tahun 2009, saya dan segenap tim <a href="http://about-scholarship.com">http://about-scholarship.com</a> mengucapkan selamat liburan dan selamat berkumpul bersama keluarga. Jarang-jarang kan bisa ada waktu panjang bersama keluarga.</p>
<p>Kalau kalian yang ngga liburan kemana-mana alias di rumah aja, ngga usah khawatir.. justru ini kesempatan buat belajar.. eits.. bukan belajar secara formal ya.. tapi belajar untuk meningkatkan kapasitas diri. Misalnya nich, nonton film atau nonton TV, baca novel, dengerin musik, dll. Gimana cara belajarnya? Gampang banget. Kalo kamu pengen nonton film, nah, pilih film yang berbahasa Inggris, jangan pake subtitle ya.. coba kamu lakukan assessment, seberapa bagus pendengaran dan pemahaman kamu akan conversation in english.</p>
<p>Trus, kalo kamu lagi pengen bermalas2an di tempat tidur sambil baca novel, pls do.. tapi jangan cuma novel dalam bahasa indonesia atau yang sudah diterjemahkan dalam bahasa indonesia. Beli aja yang versi asli alias yang masih dalam bahasa Inggris. Nah, itu akan lebih bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan reading skills kamu.</p>
<p>Juga kalo kamu hobi dengerin musik dari LN, nah coba deh buang jauh-jauh lirik yang sudah tersedia. Coba kamu dengerin baik-baik trus coba kamu tulis sendiri sesuai dengan sependengaran kamu. Kalo dah mantap, baru dicek ke teks aslinya.</p>
<p>Begitu caranya yang potistif untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris kamu, tanpa kamu sadari.</p>
<p>Ohya, mumpung masih liburan juga, coba deh beli satu folder di toko buku. Masukkan satu per satu dokumen penting untuk keperluan pengajuan beasiswa, misalnya fotocopy dan legalisasi ijazah, surat rekomendasi, dan lain-lain.</p>
<p>Ok, walaupun liburan cuma di rumah aja, tapi buatlah menjadi sesuatu yang menyenangkan dan tetap berkarya.</p>
<p>Have a nice vacation to you all..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://about-scholarship.com/blog/2008/12/25/selamat-liburan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Muda Yang Tua Sama-sama Semangat (Ulasan Workshop Angkatan IV)</title>
		<link>http://about-scholarship.com/blog/2008/12/24/yang-muda-yang-tua-sama-sama-semangat-ulasan-workshop-angkatan-iv/</link>
		<comments>http://about-scholarship.com/blog/2008/12/24/yang-muda-yang-tua-sama-sama-semangat-ulasan-workshop-angkatan-iv/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 02:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Website Info]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[workshop beasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://about-scholarship.com/blog/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Scholarship hunters..
Hari Sabtu tanggal 13 Desember 2008 yang lalu bertempat di The Royal Pallace Jakarta, Workshop Persiapan Beasiswa Angkatan IV sukses digelar. Dengan narasumber adalah saya (hehehe), workshop tersebut dihadiri oleh members http://about-scholarship.com Ada yang baru Kelas 3 SMA dan ada yang sudah menduduki jabatan penting di salah satu instansi Pemda di Kab. Pandeglang.
Tentunya dengan komposisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Scholarship hunters..</p>
<p>Hari Sabtu tanggal 13 Desember 2008 yang lalu bertempat di The Royal Pallace Jakarta, Workshop Persiapan Beasiswa Angkatan IV sukses digelar. Dengan narasumber adalah saya (hehehe), workshop tersebut dihadiri oleh members <a href="http://about-scholarship.com">http://about-scholarship.com</a> Ada yang baru Kelas 3 SMA dan ada yang sudah menduduki jabatan penting di salah satu instansi Pemda di Kab. Pandeglang.</p>
<div id="attachment_111" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://about-scholarship.com/blog/wp-content/uploads/2008/12/workshop4a.jpg"><img class="size-medium wp-image-111" title="Workshop Angkatan IV" src="http://about-scholarship.com/blog/wp-content/uploads/2008/12/workshop4a-300x200.jpg" alt="Para Peserta Workshop Yang Bersemangat Mengikuti" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Para Peserta Workshop Yang Bersemangat Mengikuti</p></div>
<p>Tentunya dengan komposisi peserta seperti itu menjadi lebih beraneka, karena materi disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan peserta.</p>
<p>Salut banget dengan Pak Kurnia dan isterinya yang jauh-jauh datang dari Pandeglang untuk ikut acara. &#8220;Kami harus berangkat jam 6 lho dari rumah&#8221; begitu seloroh Pak Kurnia-secara gitu acaranya di Royal Pallace adalah mulai jam 9 teng.</p>
<p>Pak Kurnia dan Isternya (Bu LIa) berkeingingan untuk melanjutkan pendidikan S3, pengennya sih di LN. Selain ingin meningkatkan kapasitas diri, Pak Kurnia dan isteri memiliki misi tertentu, yaitu ingin memberikan pengalaman internasional kepada anak-anak mereka. Aduh asiknya punya orang tua seperti Pak Kurnia dan Ibu Lia ya..</p>
<p>Sementara itu, ada peserta lain Sheisa dan Finda yang sama-sama masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Walau masih sekolah, mereka sudah punya impian untuk mencari beasiswa dan kuliah di LN lho. Wah hebat ya..</p>
<p>Trus, ada juga sepasang lawyer (Rizky dan Natasha) yang ingin mencari beasiswa ke Inggris. Walaupun mereka saat ini sudah bekerja, mereka tetap semangat untuk berburu beasiswa. Dan, tampaknya untuk mencari beasiswa ke Inggris, salah satu mode transportasi yang bisa dijajaki yaitu melalui the British Chevening Awards.</p>
<p>Kesemua peserta workshop angkatan IV memiliki karakteristik masing-masing. Tapi satu hal yang sama diantara mereka, yaitu yang muda-yang tua sama-sama semangat. Memang, semangat untuk belajar harus terus kita pupuk semaksimal mungkin. Seperti yang sering saya sarankan bahwa proses pembelajaran ngga hanya melulu harus di bangku pendidikan, tapi lebih penting lagi adalah proses belajar melalui kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Anyway, semangat untuk belajar (baik melalui pendidikan formal maupun melalui pendidikan alam) merupakan prasyarat mutlak jika kamu ingin mendapatkan tiket masa depan.  Hal ini karena &#8216;chance favors the prepared mind&#8217;, bahwa kesempatan berpihak pada orang-orang yang siap. Bisa bayangin ngga kalo kita ngga mempersiapkan diri kita untuk menghadapi kehidupan, apa kita bisa optimis terhadap masa depan kita?</p>
<p>Keep motivated and you can do it. BEasiswa bukan hanya untuk orang-orang yang pintar (saja) atau orang-orang yang beruntung (saja). Beasiswa merupakan penghargaan yang diberikan kepada orang tertentu yang memiliki keunggulan dan atau pencapaian tertentu. Lakukan yang terbaik, lakukan pencapaian-pencapaian terbaik dalam hidup, then future will come to you.</p>
<p>If I can get it, others can get it, then you would have the chance to get it.</p>
<p><a href="http://about-scholarship.com/blog/wp-content/uploads/2008/12/workshop4b.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-112" title="workshop4b" src="http://about-scholarship.com/blog/wp-content/uploads/2008/12/workshop4b-300x147.jpg" alt="" width="300" height="147" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://about-scholarship.com/blog/2008/12/24/yang-muda-yang-tua-sama-sama-semangat-ulasan-workshop-angkatan-iv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ragu Cari Beasiswa Karena Sudah Berkeluarga?</title>
		<link>http://about-scholarship.com/blog/2008/06/24/ragu-cari-beasiswa-karena-sudah-berkeluarga/</link>
		<comments>http://about-scholarship.com/blog/2008/06/24/ragu-cari-beasiswa-karena-sudah-berkeluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 02:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://about-scholarship.com/blog/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Permasalahan klise ini umumnya menimpa para wanita, terutama yang sudah berkeluarga.
 
Secara kodrati, wanita umumnya akan cukup puas dengan kondisi dirinya yang ada. Terlebih lagi jika si wanita tersebut telah memiliki  suami dan anak.  Sepertinya Mission has accomplished.
 
Tetapi, mungkin tidak sepenuhnya mission tersebut accomplished.
 
Sebagai seorang individu, wanita tersebut juga memiliki cita-cita, baik cita-cita diri sendiri ataupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Permasalahan klise ini umumnya menimpa para wanita, terutama yang sudah berkeluarga.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Secara kodrati, wanita umumnya akan cukup puas dengan kondisi dirinya yang ada. Terlebih lagi jika si wanita tersebut telah memiliki<span style="yes;">  </span>suami dan anak.<span style="yes;">  </span>Sepertinya Mission has accomplished.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Tetapi, mungkin tidak sepenuhnya mission tersebut accomplished.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Sebagai seorang individu, wanita tersebut juga memiliki cita-cita, baik cita-cita diri sendiri ataupun cita-cita orang tua yang dititipkan kepadanya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Apabila si wanita sudah berkeluarga, kedua cita-cita tersebut akan bertabrakan dengan cita-cita keluarga; yaitu mementingkan keutuhan<span style="yes;">  </span>dan kebahagiaan rumah tangga.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Tak jarang si wanita harus banyak mengalah, walaupun ia punya segudang cita-cita dan harapan. Tak urung pula ia harus memendam keinginan, terutama apabila ia melihat rekan sebayanya yang berhasil meraih apa yang diinginkannya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Semua memang kembali kepada si wanita tersebut, apakah ia ikhlas menerima kondisi tersebut atau ia akan berusaha pula mendapatkan cita-citanya kembali.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Dari pengalaman saya, memiliki suami dan anak tidak menghalangi niat saya untuk melanjutkan pendidikan tinggi.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Semua berawal dari sebuah proses komunikasi dan proses pendewasaan dalam keluarga. Saya beruntung memiliki suami yang bisa diajak komunikasi dan mengerti keinginan serta cita-cita saya. Saya sangat beruntung memiliki keluarga yang begitu supportif. Mama dan almarhum Papa saya selalu memberikan dukungan mereka, terutama dalam hal memberikan ketentraman bagi anak-anak saya dan suami saya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Mungkin keberuntungan tersebut lah yang bisa mengantarkan saya untuk bisa meraih cita-cita.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Tetapi keberuntungan tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak kanan. Saya juga harus menderita, menangis, dan meyakini suami serta keluarga saya bahwa langkah yang saya ambil adalah yang terbaik untuk saya dan keluarga.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;"><br />
Begitulah,<span style="yes;">  </span>keinginan yang mantap yang didukung oleh doa dan restu suami, anak-anak, dan keluarga terbukti ampuh sebagai penyemangat saya untuk mengajukan aplikasi beasiswa. Karena niat saya tulus yaitu ingin membahagiakan orang tua saya, yang ingin agar anaknya bisa bersekolah setinggi mungkin.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Jika saya bisa, saya harap Anda juga bisa mencobanya. At lest, do your best shot!!</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://about-scholarship.com/blog/2008/06/24/ragu-cari-beasiswa-karena-sudah-berkeluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggapai Mimpi, Mendulang Kebahagiaan</title>
		<link>http://about-scholarship.com/blog/2008/06/23/menggapai-mimpi-mendulang-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://about-scholarship.com/blog/2008/06/23/menggapai-mimpi-mendulang-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 08:09:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://about-scholarship.com/blog/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Hidup adalah sebuah perjuangan.  Saya pernah mengibaratkan sebuah kehidupan bagaikan seorang anak kecil yang sedang belajar naik sepeda. 

Ada rasa takut, gelisah, sakit, dan gembira. Kayuhan pertama akan menimbulkan rasa takut dan gelisah. Hal ini karena si anak masih menimbang-nimbang seperti apa rasanya naik sepeda.  Pada saat kegagalan mengayuh sepeda untuk pertama kalinya, si anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Hidup adalah sebuah perjuangan.<span style="yes;">  </span>Saya pernah mengibaratkan sebuah kehidupan bagaikan seorang anak kecil yang sedang belajar naik sepeda. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Ada rasa takut, gelisah, sakit, dan gembira. Kayuhan pertama akan menimbulkan rasa takut dan gelisah. Hal ini karena si anak masih menimbang-nimbang seperti apa rasanya naik sepeda.<span style="yes;">  </span>Pada saat kegagalan mengayuh sepeda untuk pertama kalinya, si anak merasa bimbang, apakah ia akan bisa sukses naik sepeda atau tidak. Pada saat kayuhan-kayuhan pertama tersebut, orang tua akan mendampingi sang anak dengan telaten sambil membesarkan hati sang anak.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Kayuhan berikutnya mungkin sudah memberikan rasa percaya diri pada si anak. Namun, terkadang rasa percaya diri tersebut belum diikuti oleh keseimbangan yang prima. Tak jarang si anak akan mengalami sakit karena harus jatuh dari sepeda. Pada saat ini orang tua akan tetap memberikan motivasi kepada sang anak agar tidak cepat putus asa.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Berbekal pengalaman kayuhan-kayuhan yang penuh <span style="yes;"> </span>rintangan dan motivasi dari orang tua, si anak akhirnya dapat lancar mengayuh sepedanya. Ia pun dengan riang gembira bermain sepeda dengan anak-anak sebaya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Itulah gambaran kehidupan yang pernah saya bayangkan. Bahwa kita akan melalui rintangan-rintangan yang dapat membuat kita gelisah, takut, dan sakit. Namun segala rintangan tersebut dapat dilalui dengan kegembiraan apabila kita berhasil melalui rintangan tersebut.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Begitu pula dengan kesuksesan yang saya dapatkan. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Berawal dari sebuah mimpi, bahwa saya<span style="yes;">  </span>harus dapat melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri. Saya sadar bahwa ayah saya hanya seorang kepala sekolah yang tidak akan mungkin bisa menyekolahkan saya ke luar negeri. Sadar bahwa kemampuan keuangan saya tidak memungkinkan bagi saya untuk mewujudkan keinginan tersebut.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Tetapi, mimpi itulah yang mendorong saya untuk mewujudkan impian saya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Selepas meraih sarjana S1, saya sudah rajin mencari<span style="yes;">  </span>info beasiswa S2, baik di dalam maupun di luar negeri. Awalnya saya hanya mencoba untuk melihat-lihat dan mencermati persyaratannya saja. Saya sedikit gelisah melihat kelemahan-kelemahan yang saya miliki.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Saya sadar bahwa saya tidak begitu kuat di bidang eksakta. Bahkan sejak saya duduk di bangku sekolah, saya kurang begitu menyukai ilmu matematika dan sejenisnya. Tetapi saya sadar bahwa hal tersebut tidak boleh mengurangi niat saya untuk menggapai impian saya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Lama kelamaan niat saya semakin menggebu. Tetapi saya masih tetap gelisah karena saya telah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak pada saat mengajukan aplikasi beasiswa. Namun motivasi dari suami dan keluarga saya, sangat membantu saya dalam merajut asa kembali untuk mewujudkan impian saya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Ayah saya pernah memberikan wejangan kepada saya, bahwa dengan kondisi beliau yang hanya seorang kepala sekolah, maka tidak mungkin baginya untuk mewariskan harta kepada anak-anaknya. Tetapi yang bisa beliau wariskan adalah ilmu yang berguna dan bermanfaat bagi kehidupan saya dan keluarga saya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Rasa percaya diri saya mulai tumbuh, walau tidak dengan serta merta. Acap kali saya harus menerima kekalahan dan kekecewaan. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Dari pengalaman saya mengajukan beasiswa,<span style="yes;">  </span>saya telah mengalami 2 kali kegagalan. <span style="yes;"> </span>Saya terus berusaha mengevaluasi kelemahan-kelemahan diri saya. Kenapa saya tidak bisa lolos mendapatkan beasiswa? </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Sepanjang pengajuan aplikasi beasiswa, saya selalu masuk short list dan mendapatkan kesempatan untuk di interview. Tetapi saya selalu gagal pada saat diinterview. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Pengalaman kegagalan dan rasa sakit tersebut membuat saya tersadar bahwa hidup adalah penuh perjuangan. Apabila ingin mendapatkan beasiswa maka saya harus bisa “mengalahkan” para interviewer dan memberikan yang terbaik yang saya bisa.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Akhirnya, pada saat kesempatan yang ketiga saya mencoba kembali. Pada saat itu mimpi saya menjadi kenyataan. Saya lolos menjadi kandididat penerima beasiswa.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Saya terpilih menjadi salah satu kandidat Chevening Scholar periode 2005/2006. Saat-saat itu merupakan momen kebahagiaan bagi saya dan keluarga, terutama bagi ayah saya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Bagi saya memiliki sebuah mimpi adalah wajib. Karena dari mimpi itulah kita bisa mengerahkan semua resources yang kita miliki.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0cm 0cm 10pt;"><span style="IN;"><span style="small;"><span style="Calibri;">Hidup adalah perjuangan. Saya telah riang gembira karena telah bisa mengayuh sepeda saya menuju gerbang kesuksesan.</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://about-scholarship.com/blog/2008/06/23/menggapai-mimpi-mendulang-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
